Selain Matcha Ada Beberapa Teh Yang Populer di Jepang
Jenis Teh

Selain Matcha Ada Beberapa Teh Yang Populer di Jepang

gypsytea – Teh memanglah amat lekat dengan kehidupan orang Jepang. Tidak sekadar sebagai minuman pereda dahaga, budaya minum teh di Negeri Sakura apalagi telah jadi suatu tradisi yang sampai saat ini masih dilestarikan. Untuk orang yang menyukai hidangan teh dari Jepang, tentu telah tidak asing lagi dengan matcha. Betul, tipe bubuk teh hijau ini memanglah amat terkenal sebab rasa serta rupanya yang menarik. Saking populernya, banyak pula hidangan manis asal Jepang yang digabungkan dengan serbuk teh hijau ini.

Tidak hanya matcha yang amat terkenal di bermacam negara ini, nyatanya masih terdapat banyak lagi tipe teh yang sering dihidangkan di Jepang. Materi penting teh juga bermacam- macam, mulai dari biji- bijian sampai bunga beraroma halus. Saat liburan ke Jepang, tidak terdapat salahnya berupaya beberapa tipe teh terkenal di negara yang populer dengan kedisiplinannya itu. Berikut ini Ada Beberapa Teh Yang Populer di Jepang :

Selain Matcha Ada Beberapa Teh Yang Populer di Jepang

Selain Matcha Ada Beberapa Teh Yang Populer di Jepang

– Ocha

Selain Matcha Ada Beberapa Teh Yang Populer di Jepang – Ocha ialah tipe teh tradisional khas Jepang yang banyak digemari warga Indonesia. Ocha banyak disukai sebab diyakini dapat menolong melenyapkan lemak tubuh, menghindari kerontokan rambut serta melancarkan pencernaan. Tidak hanya itu, sama semacam tipe teh yang lain, aroma serta kenikmatan ocha pula dapat membantu menenangkan tubuh serta pikiran, dan beraneka ragam khasiat yang lain. Diketahui pula dengan nama nihon- cha yang berarti teh Jepang, ocha memanglah jadi tipe teh yang sangat terkenal di Jepang. Ocha sesungguhnya ialah tipe minuman dari daun teh hijau yang diseduh bersama air panas. Berlainan dari matcha, ocha memakai daun teh hijau yang cuma dikeringkan tanpa melewati cara penggilingan lagi. Perihal ini menimbulkan bentuk ocha nampak jadi lebih jernih dengan cita rasa teh hijau yang lebih halus.

Di Jepang, sebenarnya ocha ialah minuman yang jadi bagian berarti dalam kebudayaan serta kehidupan tiap hari masyarakatnya. Ocha telah muncul semenjak abad ke- 13 ataupun sekitar 800 tahun lalu. Bibit teh ini dibawa oleh seorang pendeta Zen Budha bernama Eisai. Pada tahun 1207, buat pertama kalinya bibit ocha ini ditanam serta dikembangkan di suatu halaman teh di Kyoto. Tetapi, pada awal mulanya ocha cuma dipakai buat obat. Kebudayaan minum ocha ini mulai beralih pada abad 15 serta 16, ketika ocha mulai dinikmati oleh golongan samurai serta kalangan berpendidikan. Budaya minum ocha sedikit untuk sedikit kemudian mulai mengakar jadi dasar filosofi gaya hidup warga, serta jadi salah satu karakter kebudayaan Jepang sampai saat ini. Budaya minum ocha di semua lapisan warga sendiri mulai berkembang pada abad 17 serta 18 sehabis sencha( salah satu versi ocha) mulai populer serta menyebar ke semua Jepang.

– Genmaicha
Nama Genmaicha bisa jadi masih asing di sebagian telinga orang. tetapi bagi warga Jepang teh itu telah tidak asing. Genmaicha ialah teh hijau versi Jepang yang digabungkan dengan beras merah bakar. Genmaicha diucap pula dengan popcorn tea sebab saat beras merah dibakar akan memunculkan suara khas semacam lagi membuat popcorn. Awal mulanya Genmaicha diminum oleh masyarakat miskin Jepang sebab tambahan beras merah bisa menghemat pemakaian teh. Teh ini pula dipakai oleh banyak orang yang berpuasa buat tujuan keimanan. Sebab itu lah, Genmaicha diucap pula teh orang. tetapi, saat ini Genmaicha dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Jepang apalagi hingga penikmat teh dari bermacam negara. Genmaicha sendiri mempunyai warna khas ialah kuning muda. Rasanya yang ringan, serta kombinasi dari rasa segar teh hijau serta aroma nasi bakar. Walaupun Genmaicha berawal dari teh hijau, tetapi metode yang direkomendasikan buat mencampur teh ini berlainan dengan teh hijau pada biasanya.

Genmaicha direkomendasikan diseduh memakai air panas yang mendidih.Untuk kalian senang bereksperimen dengan cita rasa teh yang istimewa, kalian pantas berupaya genmaicha ataupun diketahui pula dengan gelar popcorn tea. Dikenal popcorn tea, sebab teh ini dibuat dari kombinasi daun teh serta beras sangrai yang akan menghasilkan suara letupan seperti popcorn saat diseduh. Bonus beras merah yang disangrai menciptakan cita rasa istimewa yang tidak akan ditemukan pada teh tipe yang lain. Genmaicha pula mempunyai kandungan kafein yang relatif lebih kecil dibandingkan teh hijau ataupun teh hitam, alhasil tetap nyaman diminum saat perut kosong.Tidak hanya itu, genmaicha pula diyakini bisa kurangi serta menanggulangi gangguan kesehatan, semacam migrain sampai mengontrol diabetes serta kolesterol. Ekstrak teh hijau dalam ganmaicha juga mampu tingkatkan metabolisme serta membantu membakar lemak dalam badan. Sebagian peneliti pula menduga kalau polifenol, spesialnya katekin bertanggung jawab dalam proses pembakaran lemak.

Baca Juga : Teh Maojian Xinyang, Teh Hijau China Yang Terkenal Dengan Rasa Yang Khas dan Unik

– Houjicha
Hojicha merupakan salah satu tipe teh hijau yang terdapat di Jepang. Hojicha mempunyai karakter tertentu pada proses pembuatannya serta pula pada rasanya. Hojicha diproses dengan melaksanakan pemanggangan alhasil aromanya dapat keluar, tidak hanya itu pemanggangan itu pula bisa mengurangi kandungan kafein di dalamnya. Rasanya pula tidak sangat getir serta tidak sangat asam. Serupa semacam teh hijau lain, hojicha teh hijau Jepang pula memilki kandungan antikosidan yang baik buat tubuh. Tetapi sebab lewat cara pemanggangan, hingga kandungan nutrisi hojicha jadi berkurang, lebih rendah dari matcha yang diolah segar. Tetapi terdapat keunggulannya, sebab cara pemanggangan mulanya, membuat kandungan kafein dalam hojicha pula jadi rendah. Jadi lebih aman di perut serta sesuai untuk kalian yang lagi diet kafein tetapi ingin tetep dapet relaksasi dari ngeteh.

Bisa jadi tak banyak yang familiar dengan teh hojicha. Sementara itu teh ini juga disajikan dalam ritual upacara minum teh. Sebenarnya teh hijau ini ialah matcha yang telah hadapi proses pemanggangan.Nyatanya proses pemanggangan itu mempengaruhi pula pada kandungan kafein. Kafeinnya tidak sebesar teh hijau alhasil nyaman buat dikonsumsi kanak- kanak serta orang yang mempunyai penyakit maag. Rasa serta aromanya juga menjadi berlainan, ialah rasanya lebih halus serta manis. Sebaliknya buat aromanya begitu kuat tetapi tercium harum. Dalam penyajiannya, dianjurkan memakai temperatur 79- 85 bagian celcius selama 30- 90 detik supaya tidak jadi sangat pahit.Oleh karena itu, rupanya tidak hijau jelas melainkan kecokelatan.Saat berkunjung ke Kyoto, janganlah lupa buat mencicipi teh andalannya yang diketahui dengan gelar houjicha. Idiosinkrasi teh ini terdapat pada aromanya yang lebih kuat sebab dibuat dari daun teh hijau yang dipanggang sampai berganti jadi lebih gelap. Proses pemanggangan ini membuat air seduhan houjicha jadi merah kecokelatan. Walaupun warna serta aromanya lebih pekat dibanding teh hijau, tetapi teh ini malah mempunyai kandungan kafein yang jauh lebih kecil.

Baca Juga : Manfaat Khasiat Matcha, Teh Hijau yang Banyak Peminatnya

– Mugicha
Berlainan dari teh pada biasanya, bahan utama dalam pembuatan mugicha tidak memakai daun teh serupa sekali. Ternyata memakai daun teh, tipe teh sehat ini memakai barley sebagai bahan utamanya. Barley sendiri ialah biji- bijian yang berasal dari tanaman liar menyamai gandum. Barley yang sudah dipanen setelah itu disangrai sampai aromanya keluar kemudian diseduh seperti teh pada biasanya. Mugicha mempunyai kandungan kalori yang rendah serta bebas kafein alhasil amat nyaman dikonsumsi oleh anak- anak. Tidak hanya itu, rasa teh menyehatkan ini pula lebih istimewa menyerupai kacang- kacangan.

– Jasumin-cha
Tidak cuma di Indonesia, jasumin- cha ataupun teh melati ternyata pula amat terkenal di Jepang. Tidak hanya rasanya lebih kuat, aroma wangi yang pergi dari seduhan bunga melati membuat tipe teh ini disukai banyak orang. Ditambah kandungan kafeinnya yang lebih rendah, jasumin- cha jadi pilihan yang tepat buat banyak orang yang tidak kuat komsumsi kafein. Umumnya bunga melati pula dikombinasikan dengan daun teh hitam ataupun teh hijau supaya rasanya lebih kuat. Manfaat teh Jepang ini bisa mencegah kekebalan tubuh dengan sifat anti- inflamasi serta antioksidan yang dipunyanya. Hal ini bisa membantu kalian bebas dari bermacam penyakit. Menghirup teh ini dengan cara teratur pula diyakini sanggup membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Please follow and like us: